PGP-Angk2-Kabupaten Soppeng-NURAULIYAH
1.4-Aksi Nyata
Realisasi Kesepakatan Kelas Menjaga Kebersihan R.BK Dan Sekitarnya
“PEMBENTUKAN
DAN PENGELOLAAN BANK SAMPAH”
A.
Latar belakang tentang situasi yang
dihadapi oleh Calon Guru Penggerak.
Pengelolaan sampah di SMPN 1 Marioriwawo
selama ini dilakukan secara konvensional yaitupengumpulan, pengangkutan dan
pembuangan akhir. Hal ini menimbulkan masalah bertumpuknya sampah dalam jumlah
banyak di dalam lingkungan sekolah. Dari hasil observasi, sebagian sampah
merupakan sampah yang punya nilai jual, sehinggan dirasa perlu untuk membentuk
dan mengelola Bank sampah sebagai solusi masalah penanganan sampah serta salah
satu tindakan penerapan budaya positif yang telah disusun dalam kesepakatan
kelas, khususnya bagi murid dan warga
sekolah lain secara umum.
B.
Deskripsi Aksi Nyata dan Alasan melakukan hal tersebut
Langkah yang saya tempuh dalam pembentukan dan pengelolaan Bank
Sampah sebagai realisasi kesepakatan kelas yang telah dibuat adalah sebagai berikut
:
1. Permohonan
persetujan program kepada kepala sekolah
2. Sosialisasi
Program Pembentukan dan pengelolaan Bank sampah kepada warga sekolah.
3. Melakukan
pertemuan/rapat untuk menyiapkan calon pengurus Bank sampah yang direkrut
melalui wawancara langsung kesediaan menjadi penngurus. Calon pengurus terdiri
dari : Ketua. Sekretaris, Bendahara, Checker, Marketing, Kreatif
4. Menyiapkan
ruangan dan melengkapi segala administrasi yang dibutuhkan
5. Mencari
mitra kerjasama dalam hal pemasaran
6. Sistem
kerja Bank Sampah :
Setiap hari para murid
mengambil sampah-sampah yang berserakan di sekitar sekolah, selanjutnya dipilah
dan sampah plastik dikumpulkan di kelas masing-masing pada tempat yang rapi.
Selanjutnya setiap hari jum’at dibawa ke Bank Sampah untuk ditimbang. Hasil
sampah yang dikumpulkan oleh murid bisa ditukarkan dengan peralatan kelas
sesuai dengan nilainya di koperasi Bank Sampah atau menjadi tabungan yang
dicatat dalam buku tabungan bank sampah kelas.
7. Melakukan
evaluasi secara berkala sebagai control keberlanjutan program
8. Membuat
pelaporan kepada kepala sekolah sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan
program.
Pemmbentukan
dan pengelolaan Bank sampah dbentuk sebagai wujud realisasi kesepakatan kelas
yang telah disususn bersama serta mengembangkan
budaya positif di sekolah dalam hal :
1. Menciptakan
lingkungan sekolah yang bersih dan sehat
2. Menanamkan
nilai religius sedekah dari hasil usaha
3. Menumbuhkan
semangat gotong royong
4. Membiasakan
menabung
C.
Hasil
dari Aksi Nyata yang Dilakukan
Setelah
melakukan sosialisasi terhadap murid mengenai tujuan pembentukan Bank Sampah,
murid sangat antusias untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Ide dan saran dari
mereka menjadi sangat variatif dalam mendukung keberhasilan program. Hal itu
mulai terlihat dari mulainya beberapa murid mengumpulkan dan memilah sampah
plastik yang ditemukan di lingkungan sekolah.
Keterbatasan
Pertemuan Tatap Muka menjadi kendala optimalisasi pelaksanaan kegiatan.
Sehingga dalam kurun waktu 3 minggu setelah perintisan kegiatan, beberapa
tahapan belum dilaksanakan sesuai tuntutannya. Namun demikian tingkat kesadaran
siswa untuk mengumpulkan dan memilah sampah plastik mulai terlihat. Kerja sama
para pengurus belum maksimal dan masih membutuhkan bimbingan dalam hal
pengelolaan.
D.
Pembelajaran
yang didapat dari pelaksanaan.
Selama
penyusunan kesepakatan kelas melalui virtual, hingga penerapan salah satu hasil
kesepakatan kelas berupa pembentukan dan pengelolaan Bank sampah diperoleh
pembelajaran mengenai pentingnya kolaborasi dalam melibatkan semua pihak untuk
memperoleh hasil yang optimal. Membimbing murid untuk senantiasa konsisten
dengan kesepakatan yang telah dibuat adalah hal yang sangat penting untuk
dilakukan. Menerapkan budaya positif yang telah disepakati dalam aksi nyata
membutuhkan perencanaan yang baik sehingga murid memperoleh pengetahuan tentang
manfaat hal tersebut dan memiliki kesadaran untuk menerapkannya dalam
keseharian mereka.
E.
Rencana
Perbaikan untuk Pelaksanaan dimasa Mendatang.
Kesepakatan kelas akan
disusun secara berkala di setiap awal semester melalui refleksi secara bersama.
Sedangkan aksi nyata dari setiap kesepakatan kelas akan senantiasa diterapkan
secara bersama dengan konsekuensi yang telah disepakati. Senantiasa
berkolaborasi dengan teman guru dalam memberikan bimbingan dan arahan terhadap
murid dalam menerapkan budaya positif di sekolah.
F. Dokumentasi Kegiatan.
|
Penyusunan
Kesepakatan Kelas melalui diskusi virtual menggunakan G.Meet |
Rapat Pembentukan Pengurus Bank Sampah (Aksi Nyata salah satu poin Kesepakatan Kelas)
Dengan antusias murid membersihkan Ruang Bimbingan Konseling setelah digunakan (penerapan budaya positif dalam poin kesepakatan kelas) Terima Kasih Salam dan bahagia |
