Jumat, 28 Mei 2021

LMS MODUL 1.2.a. 9. KONEKSI ANTAR MATERI - NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

 


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, mengatakan bahwa Guru Penggerak harus memiliki karakter lebih dari guru yang baik, punya kemauan memimpin, berinovasi dan melakukan perubahan. Mendorong tumbuh kembang murid, tidak hanya di kelasnya melainkan di kelas-kelas lain untuk tumbuh secara holistik. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan pemahaman tentang nilai dan peran guru penggerak.

Nilai guru penggerak yang mandiri artinya tidak bergantung pada orang lain. Mendorong diri sendiri untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Guru penggerak juga harus memiliki nilai reflektif yaitu  senantiasa mengevaluasi aktifitas yang telah dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan program. Selain reflektif, guru penggerak juga harus memiliki nilai kolaboratif yang berarti mampu bekerja sama dengan semua warga sekolah, toleran dan terbuka atas ide dan saran tentang aktifitas yang dilakukan dalam pengembangan pembelajaran. Nilai guru penggerak selanjutnya adalah Inovatif, yakni melakukan aksi nyata dengan menciptakan program yang dirancang dengan memperhatikan sarana pendukung dan karakteristik murid.  Berpihak pada murid merupakan nilai guru penggerak yang berarti memiliki keperdulian terhadap potensi, bakat dan minat murid dengan memberikan bimbingan, arahan terhadap murid sehingga pembelajaran/pembimbingan menjadi menyenangkan dan bermakna.

Memiliki nilai-nilai guru penggerak merupakan hal utama merealisasikan peran guru penggerak yang meliputi :

* Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya
* Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan  pembelajaran di sekolah
* Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah
* Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
* Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah

Nilai dan peran guru penggerak berkaitan erat dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara. 
 
Menurut KHD (2009), “ pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan  untuk mencapai  segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”
Pendidikan anak sejatinya melihat kodrat diri anak dengan selalu berhubungan dengan kodrat zaman. Bila melihat dari kodrat zaman saat ini, Pendidikan global menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki keterampilan Abad 21 dengan melihat kodrat anak Indonesia sesungguhnya.

Nilai dan peran guru penggerak akan terus berkembang seiring dengan pemahaman guru penggerak tentang filosofi Ki Hadjar Dewantara yang terus bertambah.

Untuk mencapai nilai guru penggerak, dibutuhkan strategi yang tepat sesuai dengan nilai tersebut.

* Mandiri : Senantiasa memotivasi diri, menjadi inisiator dan menjaga komitmen untuk tetap mengembangkan diri
* Reflektif : Melakukan evaluasi diri, menyusun jurnal secara berkala
* Kolaboratif : Menjaga hubungan baik dan menjalin kerja sama dengan semua warga sekolah dan pemangku kepentingan lainnya.
* Inovatif : Aktif mengikuti berbagai forum ilmiah  agar mampu meningkatkan kompetensi dalam hal pengembangan ide/gagasan merencanakan dan menyusun program pembelajaran yang lebih baik
* Berpihak pada murid : Menyusun program pembelajaran/pembimbingan dengan memahami perbedaan potensi, bakat, minat dan latar belakang yang dimiliki setiap murid.

Seorang guru penggerak membutuhkan pihak lain untuk mencapai gambaran diri. Pihak-pihak tersebut bisa saja berasal dari dalam maupun luar lingkungan sekolah.

* Keluarga, yang senantiasa memberikan motivasi dan dukungan dalam menjalankan segala aktifitas sebagai guru penggerak.

* Kepala sekolah, sebagai penentu kebijakan dalam lingkungan sekolah.

* Teman sejawat, menjadi teman kolaborasi, pemberi masukan terhadap program yang dilaksanakan.

* Murid, sebagai partisipan yang aktif dalam menjalankan gagasan guru penggerak.

* Orang tua/wali murid, merupakan mitra dan sumber informasi atas perkembangan murid di rumah.

* Komite sekolah, mitra dalam mengembangkan nilai dan peran guru penggerak secara luas.

Selain pihak-pihak tersebut diatas, ketercapaian nilai dan peran guru penggerak membutuhkan komitmen dan konsistensi yang didukung oleh ketersediaan sarana prasarana yang memadai.

GURU PENGGERAK AKAN TERUS MENGEMBANGKAN DIRI DAN BERINOVASI UNTUK MENJADI PEMIMPIN PEMBELAJARAN YANG BERPIHAK PADA MURID.

SALAM GURU PENGGERAK


NURAULIYAH

CGP.KAB.SOPPENG 







Media BK