Kamis, 24 Juni 2021

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL - BUDAYA POSITIF

 

1.  Langkah-langkah yang saya lakukan dalam menyusun kesepakatan kelas

1)    Menyampaikan informasi pelaksanaan penyusunan kesepakatan kelas moda daring dengan menggunakan aplikasi google meet yang akan dilaksanakan pada hari kamis, 24 Juni 2021, Pukul 15.00 WITA ke group Whatssapp kelas 7 yang merupakan siswa/murid asuhan saya.


2)    Membimbing murid menginstall aplikasi google meet bagi yang belum memiliki.


3)   Membagikan link google meet kepada murid ke group WhatssApp 30 menit sebelum kegiatan di mulai untuk uji coba dan persiapan



4)  Memulai kegiatan dengan berdoa dan mempersilahkan murid mengisi absen di kolom chat. Kegiatan diikuti oleh 48 murid kelas 7

5)      Membangkitkan motivasi dan perhatian murid dengan mengapresiasi kemampuan mereka menggunakan aplikasi google meet

6)  Menyampaikan ucapan terimakasih dan tujuan dilaksanakannya kegiatan virtual melalui google meet tersebut.

7)  Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggali pengetahuan dasar murid tentang materi yang akan disampaikan.

8)  Menunjukkan / menyampaikan manfaat yang akan diperoleh jika berkomitmen menjaga dan menerapkan kesepakatan kelas yang akan dibuat.

9)   Memfasilitasi jalannya diskusi untuk menyepakati format kesepakatan kelas, dengan memberi kesempatan kepada seluruh murid untuk menyampaikan pendapat melalui kolom chat atau berbicara secara langsung dengan menggunakan tombol raise hand terlebih dahulu.

10)  Menjadi notulen merumuskan isi kesepakatan kelas.


11)  Mendesain kesepakatan kelas dalam bentuk poster bergambar


12)  Mengirim desain poster ke group WhatsApp untuk meminta koreksi dan masukan dari murid.





13)  Menyepakati Kesepakatan kelas dalam bentuk poster bergambar yang akan dicetak dan pasang di Ruang Bimbingan Konseling.

2.    Tindakan yang saya lakukan sebagai guru kepada murid adalah :

a)    Di awal kegiatan, menyiapkan mental murid dalam memasuki kegiatan moda Daring menggunakan google meet.

b) Pada kegiatan inti, membentuk pengalaman dan kemampuan murid dalam menyampaikan pendapat pada forum diskusi secara daring dengan memberikan kesempatan kepada semua murid.

c)  Di akhir kegiatan, menguatkan hasil diskusi tentang kesepakatan kelas dengan meninjau kembali penguasaan murid terhadap materi yang telah didiskusikan.

3.  Percakan sebagai guru dan murid ketika menyusun kesepakan kelas dapat disimak pada penggalan video berikut ini :

4.  Respon murid dalam berprilaku setelah kesepakatan di buat sebagai besar mengatakan bahwa membuat aturan yang disepakati bersama lebih baik dari pada langsung ditempelkan saja dan mereka bersedia mengikuti kesepkatan kelas tersebut, beberapa respon murid juga terlihat dalam komentar di kolom chat :

 

01:04:29.656,01:04:32.656

Triaryo Ajisamudra: Perasaan saya lebih mendapatkan ilmu tentang aturan aturan

 

01:04:55.833,01:04:58.833

Triaryo Ajisamudra: Lebih baik bu

 

01:05:18.868,01:05:21.868

Annisa Lalang: mendapatkan ilmu lebih banyak dari sebekumnya

 

01:05:21.667,01:05:24.667

nur adila: Setelah mengikuti Kesepakatan /musyawarah ini saya belajar saling menghargai pendapat Orang lain

 

01:05:38.396,01:05:41.396

Adelia Adel: Perasaan sya senang,karena bisa menukar pendapat dengan teman

 

01:06:10.578,01:06:13.578

Iqbal Dhykaz: Munculnya sikap saling menghargai

 

01:06:51.459,01:06:54.459

Azatil Izmah: Saya akan lebih menghormati teman dan bpk/ibu guru

 

5.    Tantangan atau keberhasilan yang ditemui selama proses tersebut

a)      Tantangan :

-   Kegiatan yang menggunakan moda daring kadang mengalami kendala karena persoalan jaringan

-      Presentasi siswa yang mengikuti kegiatan masih dibawa 50%

-  Hasil Desain belum dapat langsung dipasang di Ruang Bimbingan Konseling karena masih butuh waktu untuk dicetak.

b)      Keberhasilan :

-   Berhasil memotivasi murid untuk mengikuti kegiatan di akhir semester yang sebenarnya sudah tidak memiliki jadwal pembelajaran baik daring maupun luring.

-    Menambah pengetahuan dan kemampuan murid dalam menyampaikan pendapat / berdiskusi menggunakan google meet.

-   Menghasilkan rumusan desain poster bergambar tentang kesepakatan kelas Bimbingan Konseling yang direncanakan akan dipasang di dalam dan di luar Ruangan Bimbingan Konseling.

 

 

Minggu, 20 Juni 2021

JURNAL REFLEKSI MINGGU-7 (Calon Guru Penggerak Kab.Soppeng)

 
Kegiatan minggu ke 7 ini telah masuk ke modul 1.4 yang diawali dengan aktifitas pembelajaran mulai dari diri tentang Budaya Positif Sekolah. Aktifitas belajar didalam LMS yaitu melakukan refleksi tentang budaya positif sekolah berdasarkan pengalaman masa lalu dan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara serta visi guru penggerak. CGP diharapkan mampu membuat konsep budaya positif dari hasil refleksi tersebut dan melukiskan harapan yang ingin ditumbuhkan pada diri CGP sebagai seorang pendidik dalam mengembangkan budaya belajar di sekolah

Selanjutnya aktifitas pembelajaran pada materi Eksplorasi Konsep Budaya Positif. Aktifitas belajar di dalam LMS meliputi urgensi budaya positif di sekolah dengan mengidentifikasi kontrol guru sebagai landasan dalam membangun budaya positif yang berpihak pada murid dengan membuat kesepakatan kelas sebagai langkah awal dalam membangun budaya positif tersebut.

Aktifitas selanjutnya adalah lanjutan materi Eksplorasi Konsep Budaya Positif yaitu melakukan diskusi antar CGP di LMS tentang potret budaya pendidikan di indonesia dan bagaimana penerapan disiplin positif di kelas / sekolah dalam membentuk karakteristik murid yang digambarkan melalui cerita seorang guru bernama pak Mus yang memberikan sogokan atau hukuman agar disiplin dan patuh pada guru. Dari hasil diskusi tersebut dapat disimpulkan bahwa hadiah atau hukuman tidak efektif diterapkan untuk meningkatkan kedisiplinan murid. Hal lain yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi intrinsik pada murid agar menyadari betapa pentingnya kedisiplinan serta membuat kesepakatan bersama untuk melakukan budaya positif kedisiplinan.

Dalam minggu ini pula, yaitu pada tanggal 19 Juni 2021 dilaksanakan Lokakarya 2 dengan materi Komunitas Praktisi yang membahas tentang bagaimana manfaat dan  tahapan membentuk komunitas praktisi di sekolah.

Untuk selanjutnya akan dilaksanakan aksi nyata membentuk komunitas praktisi di sekolah sebagai tindak lanjut kegiatan lokakarya 2  dan melanjutkan aktifitas pembelajaran  modul 1.4. di LMS. Semoga kegiatan selanjutnya berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari semua pihak yang berkepentingan. Aamiin.

SALAM DAN BAHAGIA

Media BK