Rabu, 21 Juli 2021

AKSI NYATA MODUL 1.4

 PGP-Angk2-Kabupaten Soppeng-NURAULIYAH

1.4-Aksi Nyata


 Realisasi Kesepakatan Kelas  Menjaga Kebersihan R.BK Dan Sekitarnya

“PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN BANK SAMPAH”

 

A.     Latar belakang tentang situasi yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak. 

Pengelolaan sampah di SMPN 1 Marioriwawo selama ini dilakukan secara konvensional yaitupengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir. Hal ini menimbulkan masalah bertumpuknya sampah dalam jumlah banyak di dalam lingkungan sekolah. Dari hasil observasi, sebagian sampah merupakan sampah yang punya nilai jual, sehinggan dirasa perlu untuk membentuk dan mengelola Bank sampah sebagai solusi masalah penanganan sampah serta salah satu tindakan penerapan budaya positif yang telah disusun dalam kesepakatan kelas, khususnya  bagi murid dan warga sekolah lain secara umum.

B.     Deskripsi Aksi Nyata dan Alasan melakukan hal tersebut

Langkah yang saya tempuh dalam pembentukan dan pengelolaan Bank Sampah sebagai realisasi kesepakatan kelas yang telah dibuat adalah sebagai berikut :

1.    Permohonan persetujan program kepada kepala sekolah

2.    Sosialisasi Program Pembentukan dan pengelolaan Bank sampah kepada warga sekolah.

3.    Melakukan pertemuan/rapat untuk menyiapkan calon pengurus Bank sampah yang direkrut melalui wawancara langsung kesediaan menjadi penngurus. Calon pengurus terdiri dari : Ketua. Sekretaris, Bendahara, Checker, Marketing, Kreatif

4.    Menyiapkan ruangan dan melengkapi segala administrasi yang dibutuhkan

5.    Mencari mitra kerjasama dalam hal pemasaran

6.    Sistem kerja Bank Sampah :

Setiap hari para murid mengambil sampah-sampah yang berserakan di sekitar sekolah, selanjutnya dipilah dan sampah plastik dikumpulkan di kelas masing-masing pada tempat yang rapi. Selanjutnya setiap hari jum’at dibawa ke Bank Sampah untuk ditimbang. Hasil sampah yang dikumpulkan oleh murid bisa ditukarkan dengan peralatan kelas sesuai dengan nilainya di koperasi Bank Sampah atau menjadi tabungan yang dicatat dalam buku tabungan bank sampah kelas.

7.    Melakukan evaluasi secara berkala sebagai control keberlanjutan program

8.    Membuat pelaporan kepada kepala sekolah sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan program.

Pemmbentukan dan pengelolaan Bank sampah dbentuk sebagai wujud realisasi kesepakatan kelas yang telah disususn bersama serta mengembangkan budaya positif di sekolah dalam hal :

1.    Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat

2.    Menanamkan nilai religius sedekah dari hasil usaha

3.    Menumbuhkan semangat gotong royong

4.    Membiasakan menabung

 

C.     Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan

Setelah melakukan sosialisasi terhadap murid mengenai tujuan pembentukan Bank Sampah, murid sangat antusias untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Ide dan saran dari mereka menjadi sangat variatif dalam mendukung keberhasilan program. Hal itu mulai terlihat dari mulainya beberapa murid mengumpulkan dan memilah sampah plastik yang ditemukan di lingkungan sekolah.

Keterbatasan Pertemuan Tatap Muka menjadi kendala optimalisasi pelaksanaan kegiatan. Sehingga dalam kurun waktu 3 minggu setelah perintisan kegiatan, beberapa tahapan belum dilaksanakan sesuai tuntutannya. Namun demikian tingkat kesadaran siswa untuk mengumpulkan dan memilah sampah plastik mulai terlihat. Kerja sama para pengurus belum maksimal dan masih membutuhkan bimbingan dalam hal pengelolaan.

 

D.     Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan.

Selama penyusunan kesepakatan kelas melalui virtual, hingga penerapan salah satu hasil kesepakatan kelas berupa pembentukan dan pengelolaan Bank sampah diperoleh pembelajaran mengenai pentingnya kolaborasi dalam melibatkan semua pihak untuk memperoleh hasil yang optimal. Membimbing murid untuk senantiasa konsisten dengan kesepakatan yang telah dibuat adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Menerapkan budaya positif yang telah disepakati dalam aksi nyata membutuhkan perencanaan yang baik sehingga murid memperoleh pengetahuan tentang manfaat hal tersebut dan memiliki kesadaran untuk menerapkannya dalam keseharian mereka.

 

E.     Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan dimasa Mendatang.

Kesepakatan kelas akan disusun secara berkala di setiap awal semester melalui refleksi secara bersama. Sedangkan aksi nyata dari setiap kesepakatan kelas akan senantiasa diterapkan secara bersama dengan konsekuensi yang telah disepakati. Senantiasa berkolaborasi dengan teman guru dalam memberikan bimbingan dan arahan terhadap murid dalam menerapkan budaya positif di sekolah.

 

F.      Dokumentasi Kegiatan.

Penyusunan Kesepakatan Kelas melalui diskusi virtual menggunakan G.Meet


 Pemasangan poster kesepakatan kelas


 





Rapat Pembentukan Pengurus Bank Sampah (Aksi Nyata salah satu poin Kesepakatan Kelas)



 

 



 

 



Dengan antusias murid membersihkan Ruang Bimbingan Konseling setelah digunakan

(penerapan budaya positif dalam poin kesepakatan kelas)

Terima Kasih

Salam dan bahagia

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Media BK