Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, mengatakan bahwa Guru Penggerak harus memiliki karakter lebih dari guru yang baik, punya kemauan memimpin, berinovasi dan melakukan perubahan. Mendorong tumbuh kembang murid, tidak hanya di kelasnya melainkan di kelas-kelas lain untuk tumbuh secara holistik. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan pemahaman tentang nilai dan peran guru penggerak.
Nilai guru penggerak yang mandiri artinya tidak bergantung pada orang lain. Mendorong diri sendiri untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Guru penggerak juga harus memiliki nilai reflektif yaitu senantiasa mengevaluasi aktifitas yang telah dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan program. Selain reflektif, guru penggerak juga harus memiliki nilai kolaboratif yang berarti mampu bekerja sama dengan semua warga sekolah, toleran dan terbuka atas ide dan saran tentang aktifitas yang dilakukan dalam pengembangan pembelajaran. Nilai guru penggerak selanjutnya adalah Inovatif, yakni melakukan aksi nyata dengan menciptakan program yang dirancang dengan memperhatikan sarana pendukung dan karakteristik murid. Berpihak pada murid merupakan nilai guru penggerak yang berarti memiliki keperdulian terhadap potensi, bakat dan minat murid dengan memberikan bimbingan, arahan terhadap murid sehingga pembelajaran/pembimbingan menjadi menyenangkan dan bermakna.
Memiliki nilai-nilai guru penggerak merupakan hal utama merealisasikan peran guru penggerak yang meliputi :
Untuk mencapai nilai guru penggerak, dibutuhkan strategi yang tepat sesuai dengan nilai tersebut.
Seorang guru penggerak membutuhkan pihak lain untuk mencapai gambaran diri. Pihak-pihak tersebut bisa saja berasal dari dalam maupun luar lingkungan sekolah.
* Keluarga, yang senantiasa memberikan motivasi dan dukungan dalam menjalankan segala aktifitas sebagai guru penggerak.
* Kepala sekolah, sebagai penentu kebijakan dalam lingkungan sekolah.
* Teman sejawat, menjadi teman kolaborasi, pemberi masukan terhadap program yang dilaksanakan.
* Murid, sebagai partisipan yang aktif dalam menjalankan gagasan guru penggerak.
* Orang tua/wali murid, merupakan mitra dan sumber informasi atas perkembangan murid di rumah.
* Komite sekolah, mitra dalam mengembangkan nilai dan peran guru penggerak secara luas.
Selain pihak-pihak tersebut diatas, ketercapaian nilai dan peran guru penggerak membutuhkan komitmen dan konsistensi yang didukung oleh ketersediaan sarana prasarana yang memadai.
GURU PENGGERAK AKAN TERUS MENGEMBANGKAN DIRI DAN BERINOVASI UNTUK MENJADI PEMIMPIN PEMBELAJARAN YANG BERPIHAK PADA MURID.
SALAM GURU PENGGERAK
NURAULIYAH
CGP.KAB.SOPPENG


Tidak ada komentar:
Posting Komentar