Senin, 25 Oktober 2021

PGP.2-KAB.SOPPENG-NURAULIYAH-AKSI NYATA MODUL 3.3

 PENGELOLAAN PROGRAM BERDAMPAK PADA MURID


ARTIKEL REFLEKSI

FACT (PERISTIWA)

Ø  Latar Belakang tentang situasi yang dihadapi

Pengelolaan sampah di SMPN 1 Marioriwawo selama ini dilakukan secara konvensional yaitu pengumpulan dan pembuangan akhir di satut tempat dalam lokasi sekolah, kemudian dibakar. Hal ini menimbulkan masalah bertumpuknya sampah dalam jumlah banyak di dalam lingkungan sekolah. Dari hasil observasi, sebagian sampah merupakan sampah yang punya nilai jual, sehinggan dirasa perlu untuk membentuk dan mengelola Bank sampah sebagai solusi masalah penanganan sampah serta salah satu tindakan penerapan budaya positif bagi murid dan warga sekolah lainnya.

Ø  Yang dilakukan pada Aksi Nyata dan Alasan Melakukan Aksi Nyata

Sistem kerja Bank Sampah :

-   Setiap hari para murid mengambil sampah-sampah yang berserakan di sekitar sekolah, selanjutnya dipilah dan sampah plastik dikumpulkan di kelas masing-masing pada tempat yang rapi.

-       Selanjutnya setiap hari jum’at dibawa ke Bank Sampah untuk ditimbang.

-     Hasil sampah yang dikumpulkan oleh murid bisa ditukarkan dengan peralatan kelas sesuai dengan nilainya di koperasi Bank Sampah atau menjadi tabungan yang dicatat dalam buku tabungan bank sampah kelas.

Program ini bertujuan mengembangkan kesadaran tanggung jawab murid dalam hal:

1.  Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat

2.  Menanamkan nilai religius sedekah dari hasil usaha

3.  Menumbuhkan semangat gotong royong

Ø  Hasil dari Program

Pengelolaan program berdampak pada murid yang dimulai dari budaya positif menjaga kebesihan lingkungan sekolah, menampakkan hasil yang sangat baik terhadap pencapaian tujuan program. Murid dengan pemahaman yang dimiliki mulai menyadari pentingnya mengelola sampah, khususnya sampah plastik yang dapat bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan kelas. Keterlibatan wali kelas juga sangat mendukung kelancaran program Pengelolaan Bank Sampah.

FEELING (PERASAAN)

Sebagai guru dan warga sekolah, saya pribadi merasa senang dengan  program ini, Dengan adanya program ini, murid memiliki kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman serta mengembangkan kompetensi dalam bergotong-royong dan perduli sesama dengan sedekah. Meskipun program baru berjalan sekitar 2 minggu , dan yang terlaksana baru sebagian, namun sudah nampak hasilnya bahwa murid menunjukkan antusias dalam bekerja sama untuk melaksanakan program.

FINDINGS (PEMBELAJARAN)

Pembelajaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah, bahwa dalam merancang dan melaksanakan suatu program yang berdampak pada murid, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, dan harus melibatkan seluruh komunitas yang ada disekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, orang tua, dan murid itu sendiri.
Suatu program tidak selamanya berjalan dan berhasil sesuai dengan apa yang direncanakan, namun dengan adanya rencana yang matang tentu akan mengurangi risiko kegagalan yang mungkin terjadi.

FUTURE (PENERAPAN KE DEPAN)
Guru sebagai pengelola atau perancang program sekolah, harus memperhatikan apakah program yang dirancang betul – betul berdampak pada murid untuk mengembangkan kompetensinya, terutama perkembangan karakter murid. Pengembangan kompetensi murid dalam mengelola Bank Sampah “YAMIRO DI (YAku MItaki ROppo, pulung.i DI) “ di SMP Negeri 1 Marioriwawo selanjutnya akan menjadi prioritas utama saya sebagai Calon Guru Penggerak, begitupula dibutuhkan evaluasi dan monitoring sebagai bahan refleksi untuk melakukan perbaikan-perbaikan pada program.

 DOKUMENTASI KEGIATAN :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Media BK