PENGELOLAAN PROGRAM BERDAMPAK PADA MURID
ARTIKEL
REFLEKSI
FACT (PERISTIWA)
Ø
Latar
Belakang tentang situasi yang dihadapi
Pengelolaan sampah di SMPN 1 Marioriwawo selama ini
dilakukan secara konvensional yaitu pengumpulan dan pembuangan akhir di satut
tempat dalam lokasi sekolah, kemudian dibakar. Hal ini menimbulkan masalah
bertumpuknya sampah dalam jumlah banyak di dalam lingkungan sekolah. Dari hasil
observasi, sebagian sampah merupakan sampah yang punya nilai jual, sehinggan
dirasa perlu untuk membentuk dan mengelola Bank sampah sebagai solusi masalah
penanganan sampah serta salah satu tindakan penerapan budaya positif bagi murid
dan warga sekolah lainnya.
Ø
Yang
dilakukan pada Aksi Nyata dan Alasan Melakukan Aksi Nyata
Sistem kerja Bank Sampah :
- Setiap
hari para murid mengambil sampah-sampah yang berserakan di sekitar sekolah,
selanjutnya dipilah dan sampah plastik dikumpulkan di kelas masing-masing pada
tempat yang rapi.
-
Selanjutnya
setiap hari jum’at dibawa ke Bank Sampah untuk ditimbang.
- Hasil
sampah yang dikumpulkan oleh murid bisa ditukarkan dengan peralatan kelas
sesuai dengan nilainya di koperasi Bank Sampah atau menjadi tabungan yang
dicatat dalam buku tabungan bank sampah kelas.
Program ini
bertujuan mengembangkan kesadaran tanggung jawab murid dalam hal:
1. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan
sehat
2. Menanamkan nilai religius sedekah dari hasil
usaha
3. Menumbuhkan semangat gotong royong
Ø
Hasil dari
Program
Pengelolaan program berdampak pada murid yang dimulai
dari budaya positif menjaga kebesihan lingkungan sekolah, menampakkan hasil
yang sangat baik terhadap pencapaian tujuan program. Murid dengan pemahaman
yang dimiliki mulai menyadari pentingnya mengelola sampah, khususnya sampah
plastik yang dapat bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan
kelas. Keterlibatan wali kelas juga sangat mendukung kelancaran program
Pengelolaan Bank Sampah.
FEELING (PERASAAN)
Sebagai guru dan warga sekolah, saya pribadi merasa
senang dengan program ini, Dengan adanya
program ini, murid memiliki kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang
bersih dan nyaman serta mengembangkan kompetensi dalam bergotong-royong dan
perduli sesama dengan sedekah. Meskipun program baru berjalan sekitar 2 minggu ,
dan yang terlaksana baru sebagian, namun sudah nampak hasilnya bahwa murid
menunjukkan antusias dalam bekerja sama untuk melaksanakan program.
FINDINGS (PEMBELAJARAN)
Pembelajaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah,
bahwa dalam merancang dan melaksanakan suatu program yang berdampak pada murid,
diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, dan harus melibatkan seluruh
komunitas yang ada disekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga pendidik,
orang tua, dan murid itu sendiri.Suatu program tidak selamanya berjalan dan berhasil
sesuai dengan apa yang direncanakan, namun dengan adanya rencana yang matang
tentu akan mengurangi risiko kegagalan yang mungkin terjadi.
FUTURE (PENERAPAN KE DEPAN)Guru sebagai pengelola atau perancang program sekolah, harus memperhatikan apakah program yang dirancang betul – betul berdampak pada murid untuk mengembangkan kompetensinya, terutama perkembangan karakter murid. Pengembangan kompetensi murid dalam mengelola Bank Sampah “YAMIRO DI (YAku MItaki ROppo, pulung.i DI) “ di SMP Negeri 1 Marioriwawo selanjutnya akan menjadi prioritas utama saya sebagai Calon Guru Penggerak, begitupula dibutuhkan evaluasi dan monitoring sebagai bahan refleksi untuk melakukan perbaikan-perbaikan pada program.
DOKUMENTASI KEGIATAN :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar